Desa Wisata Pujon Kidul, Salah Satu yang Berhasil Mengembangkan Perekonomian

Desa wisata Pujon Kidul menjadi salah satu tempat wisata yang perlu diapresiasi. Tidak hanya menyuguhkan keindahan alam nan menawan, namun juga mampu mengembangkan potensi, sehingga mampu menambah nilai ekonomi dan membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar.

Dengan menerapkan konsep yang baik, pertumbuhan ekonomi warga di Pujon Kidul Kabupaten Malang semakin meningkat. Jadi, sangat wajar jika Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memberikan apresiasinya.

Tujuan Anugerah Desa Wisata Pujon Kidul

Sandiaga Uno kali ini menggandeng penyanyi Denny Cak Nan yang lagi naik daun untuk memperkenalkan program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 di kawasan Kabupaten Malang. Program ini dilakukan memiliki beberapa tujuan, diantaranya.

1. Desa Wisata Bisa Semakin Berkembang

Menparekraf berharap, tidak hanya desa wisata bali saja yang berkembang, namun juga berbagai wilayah antusias untuk menunjukkan kearifan lokal masyarakatnya melalui desa adat.

Desa sebagai perwujudan masyarakat awan yang paling murni dapat menunjukkan siapa sebenarnya bangsa Indonesia tanpa ada campur tangan pihak luar, makanya memang diharapkan benar-benar bisa menarik minat para wisatawan baik lokal maupun mancanegara setelah pandemi usai.

2. Membangkitkan Perekonomian Masyarakat

Program ADWI 2021 ini diselenggarakan untuk membangkitkan kembali perekonomian nasional. Tidak hanya itu, tapi juga menumbuhkan semangat para pelaku paregraf di tengah goncangan covid-19.

Tidak bisa dipungkiri, para pelaku pariwisata merasakan dampak sangat besar dan bahkan perekonomian berhenti total. Sandiaga Uno sangat mengapresiasi ide kreatif masyarakat Pujon Kidul, khususnya yang mengembangkan desa untuk wisata ini.

Dengan memanfaatkan lahan pertanian menjadi komoditi agrowisata memang bukan hal yang mudah. Perlu ada strategi khusus untuk mengolahnya, apalagi di tengah ekonomi yang sedang sulit seperti sekarang ini.

3. Hasil Sawah Bisa Lebih Besar dan Mampu Menjangkau Berbagai Pasar

Hasil sawah yang sudah berhasil dipanen juga sudah bisa menembus pasar internasional hingga ke Jepang. Hal ini tentu sangat membanggakan dan mampu menambah nilai ekonomi yang sangat luar biasa.

ADWI adalah ajang yang penganugrahan dari Menparekraf kepada desa yang mampu meningkatkan potensinya secara maksimal. Berdasarkan pada RPJMN 2020-2024, Kemenprekraf/Baparekraf memiliki target sejumlah 244 desa bisa tersertifikasi sebagai desa wisata mandiri sampai tahun 2024.

Harapannya, target bisa terlampaui bahkan melebihi target yang sudah ditetapkan. Saat ini, sudah ada 74 ribu desa wisata yang tersebar di seluruh Indonesia dan yang paling sukses ada di Pujon Kidul, Kabupaten Malang ini.

4. Mewujudkan Desa Melek Digital

Tidak hanya sekedar pengembangan daerah wisata saja, namun juga adanya ADWI ini bisa mewujudkan desa jadi lebih melek digital. Hal ini sudah diterapkan di desa Pujon Kidul. Mulai dari fasilitas jaringan internet maupun komponen digitalisai lainnya.

Buktinya, di lokasi yang cukup tinggi dari atas permukaan laut, tapi jaringan internet berbagai provider bisa digunakan dengan lancar tanpa gangguan apapun.

Masyarakat Perlu Meningkatkan Ketrampilan

Tidak perlu diragukan lagi kalau para petani berhasil mengolah sawah dengan sangat luar biasa, sehingga hasilnya layak di ekspor hingga ke Jepang. Namun, Menparekraf juga tetap berharap agar masyarakat perlu meningkatkan ketrampilan untuk beradaptasi dengan keberadaan teknologi.

Mau tidak mau, di dunia yang serba canggih ini, digitalisasi sangat dibutuhkan untuk membuka berbagai peluang bagi siapapun untuk menambah nilai ekonomi. Tak jarang, justru bisa membuka lapangan kerja baru.

Digitalisasi juga menstimulasi agar para muda-mudi desa yang berkuliah di kota mau kembali dan mengabdikan dirinya di desa. Mereka bisa menyumbangkan ide kreatifnya melalui sistem digital untuk pertumbuhan perekonomian desa tanpa harus terlibat langsung di persawahan.

Mengingat kaula muda banyak yang anti untuk terlibat langsung di lahan persawahan, maka ada baiknya jika mengelola segala hal yang berhubungan dengan digitalisasi, yang sudah sangat biasa bagi anak muda.

Mengulap Cafe Jadi Lahan Pertanian

Ternyata, persawahan seluas 1 hektar ini dulunya adalah sebuah cafe sawah desa yang dapat menghasilkan uang Rp 10 juta setiap tahunnya.

Melalui pendekatan ekonomi kreatif, cafe dirubah menjadi lahan pertanian yang kini dapat menghasilkan Rp 1,2 miliar setiap tahunnya dengan luas tanah yang sama. Ini adalah keuntungan yang berlipat-lipat.

Melihat potensi yang besar memang harus segera dieksekusi agar bisa menambah nilai ekonomi dan mensejahterakan warga masyarakat sekitar. Tentu hal ini butuh peranserta dari berbagai kalangan, mulai dari warga masyarakat, pemerintah juga para penanam saham demi terselenggaranya potensi wisata yang lebih lagi.

Abah Sanuri selaku Bupati malang bersama dengan Dorkopimda Kabupaten Malang dan Kota Batu juga hadir dalam kunjungan yang dilakukan oleh Menparekraf Sandiaga Uno di Pujon Kidul pada bulan Mei 2021 lalu.

Tidak ketinggalan juga Made Arya Wedanthara, Kepala Disparbud Kabupaten Malang dan Indra Ni Tua sebagai Direktur Tata Kelola Destinasi dan Pariwisata Berkelanjutan Kemenparekraf/Baperakraf juga turut hadir bersama dalam rangkaian acara ini.

Dengan bergandeng tangan dan ikut serta dalam pengembangan pariwisata khususnya desa wisata pujon Kidul, diharapkan bisa menambah minat masyarakat untuk berkunjung dan menikmati keindahan alam di wilayah ini, sehingga perekomonian bisa kembali pulih.